Cari Blog Ini

Sabtu, 29 Mei 2010

APBN

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, atau disingkat APBN, adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan negara Indonesia yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat. APBN berisi daftar sistematis dan terperinci yang memuat rencana penerimaan dan pengeluaran negara selama satu tahun anggaran (1 Januari - 31 Desember). APBN, Perubahan APBN, dan Pertanggungjawaban APBN setiap tahun ditetapkan dengan Undang-Undang.

Penyusunan APBN

Pemerintah mengajukan Rancangan APBN dalam bentuk RUU tentang APBN kepada DPR. Setelah melalui pembahasan, DPR menetapkan Undang-Undang tentang APBN selambat-lambatnya 2 bulan[1] sebelum tahun anggaran dilaksanakan.

[sunting]Pelaksanaan APBN

Setelah APBN ditetapkan dengan Undang-Undang, pelaksanaan APBN dituangkan lebih lanjut dengan Peraturan Presiden.

Berdasarkan perkembangan, di tengah-tengah berjalannya tahun anggaran, APBN dapat mengalami revisi/perubahan. Untuk melakukan revisi APBN, Pemerintah harus mengajukan RUU Perubahan APBN untuk mendapatkan persetujuan DPR.Perubahan APBN dilakukan paling lambat akhir Maret, setelah pembahasan dengan Badan anggaran DPR[2].

Dalam keadaan darurat (misalnya terjadi bencana alam), Pemerintah dapat melakukan pengeluaran yang belum tersedia anggarannya.

: Perhitungan peneriamaan Pendapatan Nasional ::.

20042010

Money

Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:

· Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.

· Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai jasa danbarang jadi (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).

· Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah (Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor (X − M)

1. Perhitungan Pendapatan Nasional
a. Metode Produksi
Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh sector ekonomi masyarakat dalam periode tertentu
Y = [(Q1 X P1) + (Q2 X P2) + (Qn X Pn) ……]
b. Metode Pendapatan
Pendapatan nasional merupakan hasil penjumlahan dari seluruh penerimaan (rent, wage, interest, profit) yang diterima oleh pemilik factor produksi adalam suatu negara selama satu periode.
Y = r + w + i + p
c. Metode Pengeluaran
Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh seluruh rumah tangga ekonomi (RTK,RTP,RTG,RT Luar Negeri) dalam suatu Negara selama satu tahun.
Y = C + I + G + (X – M)

2.

1. Strategi yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan pembangunan ekonomi

a) STRATEGI UPAYA MINIMUM KRITIS (CRITICAL MINIMUM EFFORT)

· Menaikkan pendapatan perkapita pd tingkat pembangunan berkesinambungan (SUSTAINABLE) : terjadi laju pertum,buhan penduduk (HARVEY LEIBSTEIN).

· Setiap ekonomi tergantung HAMBATAN & RANGSANGAN.

Hambatan : menurunkan pendapatan perkapita dari tingkat sebelumnya

Rangsangan : menaikkan pendapatan perkapita

b) STRATEGI PEMBANGUNAN SEIMBANG

Para ekonom Teori Dorongan Besar-Besaran (BIG PUSH THEORY)

Yaitu pembangunan di berbagai jenis industri secara bersamaan (SIMULTANEOUS) sehingga industri tersebut saling menciptakan pasar. Diperlukan keseimbangan antara DEMAND & SUPPLY.

c) STRATEGI PEMBANGUNAN TAK SEIMBANG

ALBERT O. HIRSCHMAN dan PAUL STREETEN : pola yang lebih cocok untuk mempercepat pembangunan di negara yang sedang berkembang, karena :

Secara historis pembangunan ekonomi coraknya tidak seimbang

Mempertinggi efesiensi penggunaan Sumber daya tersedia

Pembangunan tak seimbang menimbulkan KEMACETAN (BETTLENECKS) yaitu gangguan dlm proses pembangunan tetapi akan menjadi pendorong pembangunan selanjutnya.

Pembangunan ekonomi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Pembangunan ekonomi adalah suatu proses kenaikan pendapatan total dan pendapatan perkapita dengan memperhitungkan adanya pertambahan penduduk dan disertai dengan perubahan fundamental dalam struktur ekonomi suatu negara dan pemerataan pendapatan bagi penduduk suatu negara.

Pembangunan ekonomi tak dapat lepas dari pertumbuhan ekonomi (economic growth); pembangunan ekonomi mendorong pertumbuhan ekonomi, dan sebaliknya, pertumbuhan ekonomi memperlancar proses pembangunan ekonomi.

Yang dimaksud dengan pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional[1]. Suatu negara dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi apabila terjadi peningkatan GNP riil di negara tersebut. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.

Perbedaan antara keduanya adalah pertumbuhan ekonomi keberhasilannya lebih bersifat kuantitatif, yaitu adanya kenaikan dalam standar pendapatan dan tingkat output produksi yang dihasilkan, sedangkan pembangunan ekonomi lebih bersifat kualitatif, bukan hanya pertambahan produksi, tetapi juga terdapat perubahan-perubahan dalam struktur produksi dan alokasi input pada berbagai sektor perekonomian seperti dalam lembaga, pengetahuan, sosial dan teknik.

Faktor

Sumber daya alam yang dimiliki mempengaruhi pembangunan ekonomi.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi, namun pada hakikatnya faktor-faktor tersebut dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu faktor ekonomi dan faktor nonekonomi.

Faktor ekonomi yang mempengaruhi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi diantaranya adalah sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya modal, dan keahlian atau kewirausahaan.

Sumber daya alam, yang meliputi tanah dan kekayaan alam seperti kesuburan tanah, keadaaniklim/cuaca, hasil hutan, tambang, dan hasil laut, sangat mempengaruhi pertumbuhan industri suatu negara, terutama dalam hal penyediaan bahan baku produksi. Sementara itu, keahlian dankewirausahaan dibutuhkan untuk mengolah bahan mentah dari alam, menjadi sesuatu yang memiliki nilai lebih tinggi (disebut juga sebagai proses produksi).

Sumber daya manusia juga menentukan keberhasilan pembangunan nasional melalui jumlah dan kualitas penduduk. Jumlah penduduk yang besar merupakan pasar potensial untuk memasarkan hasil-hasil produksi, sementara kualitas penduduk menentukan seberapa besar produktivitas yang ada.

Sementara itu, sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah bahan mentah tersebut. Pembentukan modal dan investasi ditujukan untuk menggali dan mengolah kekayaan. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.

Faktor nonekonomi mencakup kondisi sosial kultur yang ada di masyarakat, keadaan politik, kelembagaan, dan sistem yang berkembang dan berlaku.

STRATEGI PEMBANGUNAN

1. Strategi Pembangunan Bidang Ekonomi

Pembangunan bidang ekonomi ditujukan untuk meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat pada umumnya. Tujuan tersebut terindikasi dari menurunnya angka kemiskinan, terciptanya kesempatan kerja, termanfaatkan dan terkelolanya seluruh sumberdaya secara produktif, meningkatnya pertumbuhan ekonomi di semua sektor dan meningkatnya pendapatan masyarakat.

2. Strategi Pembangunan Bidang Sosial Budaya

Pembangunan bidang sosial budaya merupakan salah satu pendukung bagi tercapainya peningkatan derajat dan kualitas kesejahteraan masyarakat. Bidang ini antara lain meliputi pendidikan, kesehatan, keluarga sejahtera, pemuda dan olahraga, kependudukan dan catatan sipil, dan pemberdayaan perempuan.

3 Strategi Pembangunan Bidang Prasarana dan Sarana

Prasarana dan sarana, baik untuk mendukung pembangunan ekonomi maupun untuk kepentingan pembinaan sosial, mutlak harus disediakan. Pembangunan prasarana dan sarana, khususnya yang bersifat fisik harus direncanakan secara tepat dan komprehensif mengingat besarnya anggaran yang diserap pada bidang ini.

5. Strategi Pembangunan Bidang Pemerintahan

Pembangunan bidang pemerintahan pada prinsipnya ditujukan untuk membangun sistem dan tata pemerintahan yang baik. Melalui upaya ini diharapkan pelayanan kepada masyarakat dapat lebih optimal. Pemerintahan yang baik adalah pemerintahan yang jujur, bersih, berwibawa, adil, bijaksana, dan transparan, serta lebih mengedepankan kepentingan publik.

6. Strategi Pembangunan Bidang Keamanan dan Ketertiban

Keamanan dan ketertiban merupakan inti dari tujuan dan sasaran pembangunan pada umumnya, di samping juga sebagai salah satu indikator tingkat kesejahteraan masyarakat.

7.Strategi Pembangunan Bidang Agama

Pemahaman mereka terhadap nilai-nilai yang terkandung di dalam ajaran Islam relatif masih kurang. Upaya penegakan hukum syariat Islam, misalnya, juga masih dihadapkan pada banyak kendala. Pencurian, perampokan, dan kegiatan melanggar syariah lainnya masih belum atau kurang tersentuh dengan hukum syariat Islam.

Strategi Pertumbuhan ekonomi suatu negara dapat dilihat dari ciri khas ekonomi keluarga sebagaimana yang dituliskan oleh Suryati Rizal dan kawan-kawan bahwa ciri khas ekonomi keluarga di negara-negara maju pada umunya adalah (a). Hidup serba kecukupan, ketersediaan sandang pangan dan pangan berlebihan, (b). Tinggal diperumahan mewah, cukup listrik, dan air minum. (c). kemampuan untuk memperoleh pendidikan keluarga sangat besar bahkan bisa studi negeri, (d). kemampuan perolehan kesehatan yang serba kecukupan dan (e). pendapatan keluarga relative bahkan berlebihan (.Suryati Rizal, Sistim Ekonomi Indonesia, FISIP – UI – 2008)

1. SISTEM EKONOMI
1. Pengertian
Sistem ekonomi adalah kumpulan dari aturan-aturan atau kebijakan-kebijakan yang saling berkaitan dalam upaya memenuhi kebutuhan untuk mencapai kemakmuran
2. Macam-macam sistem ekonomi
a. Sistem ekonomi tradisional adalah sistem ekonomi di mana kegiatan ekonominya yang masih sangat sederhana
Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional adalah
1) masyarakat hidup berkelompok secara kekeluargaan,
2) tanah merupakan sumber kehidupan,
3) belum mengenal adanya pembagian kerja,
4) pertukaran secara barter,
5) tingkat dan macam produksi sesuai kebutuhan.
b. Sistem ekonomi komando adalah sistem ekonomi yang seluruh kegiatan ekonominya diatur oleh pusat.
Ciri-ciri ekonomi komando adalah
1) semua sumber dan alat produksi dikuasai negara,
2) hak milik perorangan atas alat dan sumber produksi tidak ada,
3) kebijakan perekonomian sepenuhnya diatur pusat
4) Pembagian kerja diatur negara,
5) Masyarakat tidak dapat memilih jenis pekerjaan.
c. Sistem ekonomi pasar adalah sistem ekonomi yang sepenuhnya dilaksanakan oleh wisata, dan pemerintah hanya mengawasi jalannya perekonomian.
Ciri-ciri ekonomi pasar adalah
1) sumber dan alat produksi dikuasai oleh swasta,
2) rakyat diberi kebebasan mengatur sumber dan alat produksi
3) munculnya persaingan antarpengusaha
4) dalam masyarakat terdapat pembagian kelompok-kelompok, yaitu pemilik faktor produksi dan pekerja / buruh
d. Sistem ekonomi campuran adalah gabungan dari sistem ekonomi komando dan pasar, t ciri-ciri ekonomi pasar adalah.
1) Alat produksi yang vital dikuasai negara
2) Alat produksi yang kurang penting dikelola swasta
3) Perekonomian dilaksanakan bersama antara pemerintah dan masyarakat
4) Hak milik diakui sepanjang tidak bertentangan dengan kepentingan umum

PERI (Prekonomian Indonesia)

1. SISTEM EKONOMI
1. Pengertian
Sistem ekonomi adalah kumpulan dari aturan-aturan atau kebijakan-kebijakan yang saling berkaitan dalam upaya memenuhi kebutuhan untuk mencapai kemakmuran
2. Macam-macam sistem ekonomi
a. Sistem ekonomi tradisional adalah sistem ekonomi di mana kegiatan ekonominya yang masih sangat sederhana
Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional adalah
1) masyarakat hidup berkelompok secara kekeluargaan,
2) tanah merupakan sumber kehidupan,
3) belum mengenal adanya pembagian kerja,
4) pertukaran secara barter,
5) tingkat dan macam produksi sesuai kebutuhan.
b. Sistem ekonomi komando adalah sistem ekonomi yang seluruh kegiatan ekonominya diatur oleh pusat.
Ciri-ciri ekonomi komando adalah
1) semua sumber dan alat produksi dikuasai negara,
2) hak milik perorangan atas alat dan sumber produksi tidak ada,
3) kebijakan perekonomian sepenuhnya diatur pusat
4) Pembagian kerja diatur negara,
5) Masyarakat tidak dapat memilih jenis pekerjaan.
c. Sistem ekonomi pasar adalah sistem ekonomi yang sepenuhnya dilaksanakan oleh wisata, dan pemerintah hanya mengawasi jalannya perekonomian.
Ciri-ciri ekonomi pasar adalah
1) sumber dan alat produksi dikuasai oleh swasta,
2) rakyat diberi kebebasan mengatur sumber dan alat produksi
3) munculnya persaingan antarpengusaha
4) dalam masyarakat terdapat pembagian kelompok-kelompok, yaitu pemilik faktor produksi dan pekerja / buruh
d. Sistem ekonomi campuran adalah gabungan dari sistem ekonomi komando dan pasar, t ciri-ciri ekonomi pasar adalah.
1) Alat produksi yang vital dikuasai negara
2) Alat produksi yang kurang penting dikelola swasta
3) Perekonomian dilaksanakan bersama antara pemerintah dan masyarakat
4) Hak milik diakui sepanjang tidak bertentangan dengan kepentingan umum



Selasa, 25 Mei 2010

Analisis laporan keuangan menggunakan rasio likuiditas, solvabilitas, aktivitas, dan protabilitas

· Klafisikasi balance sheet

ü Assets Nusantara Pelindo ,PT

a) Aktiva Lancar (Current assets) :Pada perusahaan PT. Pelindo Nusantara terdapat beberapa macam aktiva lancar seperti cash and ekuivalen cash, Account receivable, Merchandise inventory.

b) Aktiva tetap (Fixed assets) : terdapat building after depreciation accumulation, mecine after depreciation accumulation.

c) Aktiva tidak berwujud (Intangiable assets) : terdapat intangiable assets after amortitation accumulation seperti trade mark.

ü Liability and Owners ekuity

a) Hutang jangka pendek (Short term liability) : terdapa Account payable, expenses have to paid.

b) Hutang jangka panjang (Long term liability) : terdapat long term liability for 1 years.

c) Ekuity : terdapat capital from owners ekuity, add capital, retained earning.

· Klasifikasi Cash flow

ü Cash flow from operation activity

Operation expense

a) Income fix line telephone

b) Paid to supplier

c) Employe and direksi expense

Cash get from opration

a) Interest income and giro

b) Paid interst

c) Paid Tax from operation

d) Add short term investation

ü Cash flow from investation

a) Seling fixed assets

b) Purchasing fixed assets

c) Long term investasion

ü Cash flow from finance

a) Long term liability

b) Received from sharing stock

c) Paid liability to the bank

d) Paid deviden

Analisis Laporan keuangan :

ü Likudity Ratio : Mengukur kemampuan jangka pendek perusahaan untuk membayar kewajibanya yang jatuh tempo.

1) Current Ratio : Current assets 85.033.850

Current liability 12.523.600

6.789 (tahun 2004)

Current Ratio : Current assets 72.353.000

Current liability 20.105.900

3.598 (tahun 2003)

2) Quick Test Ratio : Cash+Short term investation+Account receivable

Current liability

4.410.500+12.738.750

12.523.600

= 1.369 (tahun 2004)

Quick Test Ratio : Cash+Short term investation+Account receivable

Current liability

4.210.000+10.560.000

20.109.900

= 0.734 (tahun 2003)

ü Solvability Ratio : Kemampun perusahaan untuk membayar utangnya ketika perusahaan coleps

1) Debt to assets ratio : Total liability 28.535.850

Total Assets 123.433.850

0.231 (tahun 2004)

Debt to assets ratio : Total liability 40.768.600

Total Assets 110.897.000

0.367 (tahun 2003)

2) Debt to Equity Ratio : Total liability 28.535.850

Total ekuity 94.898.000

0.300 (tahun 2004)

Debt to Equity Ratio : Total liability 40.768.600

Total ekuity 70.128.500

0.581ahun 2003)

ü Profability Ratio : Mengukur tingkat keberhasilan atau ke gagalan perusahaan atau divisi tertentu sepanjag suatu priode waktu.

1) Net profit margin : Net profit 13.584.760

Net sales 335.699.200

0.040 (tahun 2004)

Net profit 6.352.500

Net sales 282.766.200

0.22 (tahun 2003)

2) Return on assets : Net profit 13.584.760

Average assets 30.518.109

0.445 (2004)

Net profit 6.352.500

Average assets 30.518.109

0.208 (2003)

ü Activity Rasio : Mengukur seberapa efektif perusahaan menggunakan aktiva yang dimiliki.

1) Receivable turn over : Net sales

Average account receivable

335.699.200

12.738.750

26.352(tahun 2004)

Net sales

Average account receivable

282.766.200

10.560.000

26,777 (tahun 2003)

2) Total assets turn : Net sales 282.766.200

Average assets 30.518.109

11,000 (tahun 2004)

Net sales 335.699.200

Average assets 10.081.545

33.507 (tahun 2003)

Analizing with “Z-score”

Para analyzer financial menggunakan Z-score untuk memperediksi keadaan keuangan perusahaan, apakah termasuk kondisi yang berbahaya untuk janka waktu pandek maupun jangka panjang.

Tahun 2004

Z = Work capital 1,2

Total assets

70.000.000 1.2 = 0.680

123.433.850

Z = Retained earning 1.4

Total assets

21.748.000 1.4 = 0.246

123.433.850


Z = EBIT 3.3

Total assets

20.283.400 3.3 = 0.542

123.433.850

Z = Seles 0.99

Total assets

335.699.200 0.99 = 2.692

123.433.850

Z = Ekuity MV 0.6

Total Liability


94.898.000 0.6 = 1.99

28.535.850

Dari hasil diatas diperoleh jumlah Z score (0.68 0+ 0.246 + 0.542 + 2.692 + 1.997) = 6,157. hasil ini dapat kita simpulkan perusahaan tidak terdapt masalah mengenai laporan keuangannya .