Cari Blog Ini

Kamis, 14 April 2011

International accounting of management


dikutip dari : armist
BAB I MANAJEMEN KEUANGAN INTERNASIONAL

Persamaan dan Perbedaan MK dan MK Internasional
• Persamaan :
membahasan keputusan investasi, keputusan pendanaan dan kebijaksanaan deviden serta bertujuan memaksimalkan nilai perusahaan dengan memaksimalkan harga saham perusahaan.
• Perbedaan :
MK = untuk perusahaan domestik walaupun punya banyak anak perusahaan tetapi masih dalam satu negara (satu mata uang) sehingga tidak terjadi masalah resiko perubahan nilai tukar (foreign exchange rate), perpajakan dan akuntansu khususnya pembuatan laporan keuangan rekonsiliasi.
MK Internasional =
 membahas tentang lingkungan manajemen keuangan internasional, faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tukar dan neraca pembayaran serta implikasinya pada suatu negara
 Pasar valuta asing (foreign exchange market) dan bagaimana pasar valas ini berfungsi dalam perekonomian dunia.
 Mengukur dan manajemen ekposur mata uang asing,
 Analisis investasi langsung,
 Manajemen operasi multinasional
 Perbankan internsional

BAB II PERUSAHAAN MULTINASIONAL (MNC)

Perusahaan Multinasional(MNC)
Perusahaan yang memproduksi dan memasarkan produknya di dua negara atau lebih sehingga dalam aktivitasnya melibatkan dua mata uang atau lebih yang berbeda. Pada umumnya MNC memiliki kantor pusat disuatu negara dan didukung oleh beberapa anak perusahaan dinegara lain yang pengoperasiannya dengan telekomunikasi. Kondisi ini menggugurkan teori perdagangan internasional oleh Adam Smith dan Davd ricardo yang mengatakan bahwa 1) faktor-faktor produksi tidak daat dipindahkan/mobilitasnya sangat rendah, 2) kunci sukses perdagangan internasional tidak lagi mengandalkan keunggulan komperatif akan tetapi keunggulan kompetitif disamping itu adanya artifcial material menggantikan SDA dan kesadarang suatu negara akan hak-hak minimum pekerja membuat keunggulan komperatif tidak lagi dapat diandalkan.

Ada tiga motif utama berdirinya MNC :
 Bermotif memperluas usahanya dalam rangka mencari bahan baku(raw material seker) dan menjual produknya keluar negeri, bahkan pemerintah tidak tahu berapa banyak dan apa saja yang dihasilkan oleh perusahaan asing tersebut. (Spt : PT Freeport (timah dan emas) di irian jaya, PT Caltex (minyak) di riau, PT Port Newman (minyak) di batu binjai NTB dll.
 Bermotif mencari pasar (market seeker). Spt : data jumlah penduduk Ind. Tahun 1998 ada 203.000.000 jiwa bila 50% wanita dan 50 %nya menggunakan alat-alat kewanitaan, berapa besar keuntungannya ?
 Bermotif menimumkan biaya (cost minimazer), Spt : keringan pajak, tenaga kerja murah, harga tanah murah, biaya pengolahan limbah dg syarat ringan, menghindari adanya batasan kuota dinegaranya, pelayanan purna jual cepat.

Evolusi Perusahaan Multinasional melalui tahapan-tahapan :
 Ekspor, merupakan proses awal menjadi perusahaan multinasional.
Kebaikan :
secara tidak langsung dapat melakukan riset pasar, investasi rendah krn tidak mendirikan fasilitas produksi, kemungkinan gagal dan dinasionalisasikan rendah
Keburukan :
Jika respon pasar baik akan sulit memenuhi permintaan pasar dan sering dijadikan sasaran protoksi produk subsitusi impor dinegara tujuan sehingga memaksa MNC mendirikan fasilitas produksi atau memberikan lisensi kepada mitra lokalnya.
 Memberikan Lisensi dan mendirikan fasilitas produksi kepada mitra lokalnya.
Kelemahannya
sering tidak terjadi tranfer teknologi dikarenakan memang tidak ditulis, komponen utama masih dikirim dari pusat dan mitra lokal hanya tertarik dengan merakit saja tidak mendirikan pabrik secara utuh. Spt mobil jepang dari built up (utuh) menjadi terurai (knock down).
 Investasi langsung (foreign direct investmnet).
Cara ini diambil setelah ada jaminan bahwa investasi itu aman dari resiko dan persaiangan mitra lokal dan mnguntungkan karena pasar telah berkembang dan memberikan respon yang positif. Spt : Astra mengembangkan program diklat kepada bengkel-bengkel hingga ke desa-desa diseluruh Indonesia dg tujuan mengamankan investasi yang besar telah tertanam karena pelayanan purna jual dan ketersediaan suku cadang dapat dipenuhi.

BAB III NILAI MATA UANG DAN PENENTUAN NILAI MATA UANG DAN VALAS
Depresiasi :
Mata uang suatu negara mengalami penurunan nilai terhadap mata uang negara lain, seperti memerlukan Rp. > untuk mendapatkan US $. Dan dari sisi akuntansi maka MNC akan membebankan kerugian akibat penurunan mata uang pada laporan R/L tahun berjalan.
Apresiasi :
Bila mata uang suatu negara mengalami peningkatan nilai terhadap mata uang negara lain seperti : memerlukan Rp. < untuk mendapatkan US $
Devaluasi :
mata uang suatu negara menunjukkan penurunan nilai secara sengaja dan diumumkan oleh pemerintah, dan dari sisi akuntansi maka MNC dapat membebankan kerugian akibat penurunan nilai tukar pada beberapa tahun kedepan
Revaluasi :
mata uang suatu negara menunjukkan peningkatan nilai tukar mata uang terhadap mata uang negara lain dan diumumkan oleh pemerintah

Faktor-faktor Penentu Nilai Tukar
Seperti halnya komoditi lain, maka mata uangpun dapat dianggap sebagai komoditi selain sebgai alat pembayaran. Dengan demikian maka nilai tukar mata uang ditentukan :
 Kekuatan permintaan dan penawaran dalam transaksi ekspor dan import
 Permintaan Rp ditentukan permintaan barang/jasa buatan Indonesia oleh orang Amerika. Makin banyak import Amerika dari Indonesia makin besar kebutuhan Rp untuk membayar import dari Indonesia. Transaksi import dari Indonesia juga akan mempengaruhi penawaran US $, karena makin besar import dari Indonesia, maka semakin banyak US $ harus ditukar atau ditawarkan terhadap Rp utuk membayar import tersebut.
 Permintaan US $ ditentukan permintaan barang/jasa buatan Amerika Serikat oleh orang Indonesia . Makin banyak import Indonesia dari Amerika Serikat, makin besar kebutuhan US $ untuk membayar import dari Amerika Serikat. Transaksi import dari Amerika juga akan mempengaruhi penawaran Rp, karena makin besar import dari Amerika, maka semakin banyak Rp harus ditukar atau ditawarkan terhadap US $ utuk membayar import tersebut.


Rp/$
Ε1 S1
So
Ε2
Do D1
o q2 qo q1 q3
Keterangan :
Sumbu datar menunjukkan q (kuantitas Rp)
Sumbu vertikal menunjukkan nilai tukar Rp terhadap US $
Nilai tukar antara Rp terhadap US $ akan menuju keseimbangan baru sesuai dengan arus barang/jasa diantara dua negara.
• Jika ekspor Indonesia ke Amerika Serikat turun, maka penawaran US $ akan turun juga, berarti kurva penawaran bergeser ke kiri atas dari So ke S1.
• jika import Indonesia dari Amerika Serikat meningkat, maka permintaan US $ akan meningkat juga, berarti kurva permintaan akan bergeser ke kanan atas dari Do ke D1
• Penurunan penawaran US $ disertai dg kenaikan permintaan, mengakibatkan nilai tukar Rp trhadap US $ mengalami perubahan dari εo menuju keseimbangan baru ε1
 Tingkat inflasi
Bila tingkat inflasi di Indonesia tahun 1998 sebesar 80% (kenaikan harga barang secara umum sebesar 80%) dan inflasi di Amerika Serikat sebesar 4%, maka akibatnya orang Indonesia melihat barang buatan Amerika Serikat lebih murah, import meningkat, permintaan US $ untuk bayar import akan naik. Disisi lain orang Amerika Serikat melihat barang buatan Indonesia mahal, import turun, permintaan Rp untuk bayar turun. Kedua hal tersebut mengakibatkan Rp mengalami depresiasi terhadap US $, sebagai akibat inflasi di Indonesia > inflasi di Amerika Serikat.
 Tingkat bunga
Tingkat bunga deposito secara teoritis mencerminkan tingkat keuntungan riil ditambah tingkat keuntungan premi resiko.
Premi resiko adalah tingkat keuntungan untuk menutup resiko sepeerti resiko inflasi, resiko likuiditas dan resiko lainnya. Bila di Indonesia r deposito < r inflasi, dan di Amerika r deposito > r inflasi, maka pemilik modal akan senang menanam dananya dalam bentuk US $ dengan cara deposito dalam US $ dan terjadilah depresiasi Rp terhadap US $ dan sebaliknya.
 Pengharapan pasar (market expectation) atas kondisi masa datang.
Apabila pasar berpengharapan inflasi akan tinggi dimasa datang, maka pemilik modal akan membelanjakan uangnya baik untuk barang durable (tahan lama) yang diperkirakan akan mengalami kenaikan harga atau ditukarkan dalam bentuk mata uang lain yang nilainya stabil. Reputasi bank sentral dipandang sebagai salah satu faktor penting yang berpengaruh terhadap stabilitas nilai rupiah. Apakah kebijaksanaannya gigih mengendalikan inflasi atau justru sebaliknya lebih longgar. Jika ekonomi dilonggarkan, maka tingkat bunga akan diturunkan dengan harapan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menurunkan pengangguran dan bila ekspansif, maka ancaman inflasi akan datang dan berarti menurunkan nilai mata uang.
 Intervensi bank sentral di pasar valas
Bank sentral sebagai pengendali pembayaran pemerintah perlu melakukan intervensi melalui mekanisme tingkat bunga dan operasi pasar. Spt : bila dipandang depresiasi Rp terlalu besar maka BS melakukan penjualan US $ langsung dipasaran atau menaikan tingkat bunga dan sebaliknya bila apresiasi maka akan membeli US $ dan menurunkan tingkat bunga. Contoh : pada bulan juli 1998 nilai inflasi mencapai 60% dan nilai tukar belum stabil, maka pemerintah mematok bunga SBI pada tingkat 60% dengan harapan tk bunga deposito dapat menarik dana masyarakat sehingga JUB akan turun dan menyerap modal kerja perusahaan asing yang ada di Indonesia dalam bentuk rupiahkarena pada awal krisis mereka berusaha mengurangi modal kerja dalam bentuk rupiah.

BAB IV SISTEM KEUANGAN (MONETER) INTERNASIONAL

Merupakan seperangkat kebijakan, institusi, praktek, peraturan dan mekanisme yang menentukan tingkat dimana suatu mata uang ditukarkan dengan mata uang lain (Shapiro, 1996, hal. 75)
Ada 4 mekanisme Penentuan Nilai Tukar, yaitu :
 Sistem Nilai Tukar Tetap (Fixed rate system)
Adalah sistem dimana nilai mata uang suatu negara ditentukan tetap terhadap mata uang negara lain. Sistem ini memaksa pemerintah untuk menyesuaikan nilai tukarnya jika lagi mencerminkan nilai yang wajar dengan cara :
 mendevaluasi nilai mata uangnya atau merevaluasikannya.
Penggunaan sistem nilai tukar tetap ini seringkali mengakibatkan negara terpaksa harus meminjam dalam jumlah besar, tetapi pinjaman itu sifatnya sementara dan jumlahnya juga terbatas. (spt Ind pernah melaksanakan sistem ini dan tidak cocok dg perkembangan global sehingga mengakibatkan hutang pemerintah meningkat terus).
Dampak dari devaluasi : barang/jasa kurang kompetitif, pertumbuhan ekonomi rendah, pengangguran meningkat dan hutang luar negeri meningkat.
 Mengurangi pengeluaran pemerintah dan meningkatkan pajak.
Cara ini mungkin lebih baik dari pada harus mendevaluasi rupiah. Tetapi ini menjadi dilema kaena kita juga masih membutuhkan investasi asing dalam jumlah besar dan dg keringan pembebasan pajak, agar investor tertarik tentunya.
 Melakukan pengawasan lalu lintas devisa
Pengawasan itu dilakukan dengn memonoitor arus keluar masuknya dana selama tarnsaksi itu berkaitan dengan ekspor dan import hal itu tidak akan bahaya. Dan ini tidak boleh terlalu ketat karena bila tidak baik eksportir maupun importir akan menahan dananya diluar negeri.
 Sistem Nilai Tukar Mengambang Terkendali (Managed floating rate system)

Selasa, 22 Februari 2011

(Analisis pelaksanaan pajak ditinjau dari asas keadilan dan asas yusridis pada kota pamaekasan-Madura)

Mohamad Anis/109200030/Akuntansi C
(Analisis pelaksanaan pajak ditinjau dari asas keadilan dan asas yusridis pada kota pamaekasan)

Pembangunan nasional merupakan kegiatan terus menerus dan berkesinambungan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Maka untuk dapat merealisasikan tujuan tersebut diperlukan banyak biaya. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia menetapkan pemungutan pajak untuk menjaga keberlangsungan aktivitas pembangunan.
Di Indonesia pajak merupakan tulang punggung pendapatan negara. Oleh karena itu, agar dalam pemungutan pajak tidak memberatkan masyarakat maka pemerintah Indonesia membuat aturan-aturan terkait pemungutannya. Dengan adanya peraturan tersebut diharapkan pemungutan pajak sesuai proporsional sehingga tidak ada yang dirugikan.
Oleh karena itulah, pemerintah Indonesia berusaha menjaga asas keadilan dalam pemungutan pajak, yaitu dengan memperbaiki undang-undang perpajakan apabila ditemukan kelemahan-kelemahan di dalamnya. Namun, perbaikan demi perbaikan yang telah dilakukan pemerintah Indonesia tidak membuahkan hasil, bahkan nampak ketidakadilannya. Sehingga dari sinilah dibutuhkan sebuah aturan alternatif yang dapat mewujudkan keadilan pada masyarakat.
Pada Direkrorat jenderal pajak kanwil Madura khususnya di kabupaten pamekasan pemungutan pajak bisa dikatan berjalan dengan lancar, namun ada ketimpangan dalam perpajajakan itu sendiri yaitu kurangnya keadilan antara masyarakat sekitar (unjust), harusnya tidak ada diskiriminasi masyarakat.
Maksudnya adalah banyak warga yang diberlakukan tidak sesuai dengan peraturan undang-undang perpajakan (KUP) itu sendiri, seperti pajak kendaraan mermotor, pembayarannya disesuaikan dengan ekonomi wajib pajak dan tidak di berlakukannya pembayaran bunga atas keterlambatan pembayaran pajak serta pelanggar yang lain dan sejenis, yang mana didalam KUP (ketentuan umum perpajakan) tidak mengatur hal yang demikian.
Pada dasarnya pajak daerah seperti pajak kendaraan bermotor didalam pengelompokan pajak bersifat objektif, yaitu pemungut pajak (dirjen pajak) menitik beratkan pada objeknya, sebagai contoh kendaraan bermotor, pemerintah dalam pemungutan pajak harus sesuai dengan perundang undangan perpajakan yang telah ada.
Namun untuk sejauh ini pelaksanaan pemungutan pajak di kota pamekasa (Madura) bisa dikatakan adil, karena dirjen pajak di kota pamekasan telah melakukan segala aktivitas mengenai perpajakan yang berdasarkan UU perpajakan atau KUP (ketentuan umum perpajakan), walaupun ada oknum-oknum tertentu yang dalam menjalankan tugasnya kurang berpedoman pada UU perjakan atau KUP (ketentuan umum perpajakan).
Dasar menyatakan keadilannya (justifikasi) pada kanwil pajak pamekasan, dikarenakan sesuai apa yang telah diharapkan yang didadasarkan atas beberapa teori, adapun teori yang menjadi parameter keberhasilan suatu kanwil pajak/KPP sebagai berikut :
a) Teori assuransi
b) Teori kepentingan
c) Teori bakti
d) Teori gaya pikul
e) Teori asas daya beli
Sebagaimana yang telah dipaparkan kelima teori tersebut telah ada pada kubu perpajakan khususnya KPP pamekasan yang mana dalam menjalankan tugasnya (governance task) telah memenuhi persyaratan yang telah berlaku yaitu yang sesuai dengan ketentuan Direktorat jendral pajak.
Adapun analisa dalam teori-teori tersebut pada kanwil pajak Madura adalah:
Teori asuransi pada kanwil pajak pamekasan (Madura) bisa dibilang tidak ada korelasi, pajak yang dibayar oleh masyarakat atau pajak yang dipungut oleh pemerintah kepada rakyatnya yang sifat memaksa tidak sesuai dengan teori asuransi dari asas falsafah hukum (justification). karena walaupun rakya istilahnya membayar sebuah premi kepada dirjen pajak namun jika rakyat mengklaim atas premi tersebut kepada pemerintah (dirjen pajak) tidak dapat memenuhi klaiman tersebut. Beda dengan sebuah perusahaan asuransi seperti Priodical, Aon-s, Bumi putra dan lain-lain, nasabah membayarkan peremi kepada perusahaan asuransi tersebut dengan persyaratan dan ketentuan yang telah disepakati bersama, nantinya pada suatu saat nasabah mengklaim sesuatu atas dasar ketentuan yang disepakati, maka perusahaan asuransi tersebut akan memberikan jaminan tersebut. Kalau di perpajakan tidak demikian rakyat membayar pajak namun jika ada sesuatu dpada masyarakat tersebut dirjend pajak (pemerintah) tidak dapat memenuhi sebagai pana perusahaan asuran seperti Aon-s, periodical dan lain-lain.
Teori kepentingan pada kanwil pajak pamekasan telah terlaksana, karena pemerintah khususnya Dirjend pajak melindungi rakyatnya (socity), semakin besar wajib pajak (WP) mempunyai kepentingan diwilayah tertentu terhadap negaranya maka semakin tinggi pajak yang akan di bayar oleh wajib pajak (WP) tersebut untuk Negara.
Teori Daya pikul pada kanwil pajak Madura pamekasan teori tersebut telah dilaksanakan, artinya pada kanwil pajak Madura beban pajak disesuaikan dengan daya pikul masing-masing orang (pendapatan dan komsumsi serta kebutuhan hidup lainnya pangan, sandang, dan papan), jadi kemungkinan besar pajak setiap orang berbeda, bahkan ada yang bebas pajak jika WP (wjib pajak) tidak melebih PTKP (penghasilan tidak kena pajak) penjelasan diatas dilihat dari unsure subjektif. Jika dilihat dari unsur objektif tentunya dirjen pajak melihat dari sisi materii yaitu besar kecilnya pajak di ukur dari objeknya seperti pajak PBB, BPHTB dan lain-lain.
Teori bakti pada kanwil pajak Madura terlaksana dengan baik namu ada sebagian kecil masyarakat yang kurang sadar akan pajak. Ada indikasi warga Negara yang tidak taat membayar pajak dikarenakan warga tersebut kurang ngerti akan manfaat pajak tersebut. Dan untuk warga Negara yang taat membayar pajak dapat dikatakan sebagai warga Negara yang berbakti.
Teori asas daya beli dapat diibaratkan kalau kanwil pajak pamekasan sebagai produsen dan warga Negara sebagai konsumen. Warga Negara membayar pajak dengan pemerintah dengan agar pemerintah dapat memenuhi kebutuhan rakyat hidup orang banyak (rumah tangga Negara).
Gambara kecil mengenai analisi kantor pajak yang ada dirumah saya yang di lihat dari asas perpajakan yaitu :
a) asas falsafah hokum (justification)
b) asas yuridis (pemungutan berdasarkan undang-undang (KUP) pada pasal 23 ayat 2).

The Evolution of AIS and The Role of Accountant Accounting Information System

disusun oleh :
 Aprisal Herman AS
 Erik Pebrin Naibaho
 Firda Amelia
 Hadi Haryanto
 Mohamad Anis
 Rahmat Pratomy Putra

KATA PENGANTAR

Puji syukur Kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayahNya sehingga makalah ini dapat kami selesaikan.
Kami juga ucapkan terima kasih atas dorongan dan petunjuk dari Dosen Sistem Informasi Akuntansi kami.
Laporan makalah ini Kami susun guna memenuhi persyaratan tugas Sistem Informasi Akuntansi.
Walaupun makalah ini Kami susun dengan ketelitian, kecermatan dan ketekunan, mungkin masih ada kekuranganya. Oleh karena itu, Kami mohon maaf karena sebagai manusia Kami tidak luput dari kesalahan. Untuk itu sangat mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca laporan karya ilmiah ini demi perbaikan pekerjaan Kami sehingga lebih sempurna.
Semoga makalah yang Kami susun ini bisa bermanfaat bagi kita semua, Amin.



Bandung, February 2011



Tim Penyusun






LATAR BELAKANG

Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, mengklasifikasikan, mengolah, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi finansial dan pengambilan keputusan yang relevan bagi pihak luar perusahaan dan pihak ekstern. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah Sistem Informasi.

Karakteristik SIA yang membedakannya dengan subsistem CBIS lainnya :
• SIA melakasanakan tugas yang diperlukan
• Berpegang pada prosedur yang relatif standar
• Menangani data rinci
• Berfokus historis
• Menyediakan informasi pemecahan minimal

Fungsi penting yang dibentuk Sistem Informasi Akuntansi pada sebuah organisasi antara lain :
• Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
• Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
• Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.

Setelah kita mengetahui mengenai SIA (Sistem Informasi Akuntansi) ada baiknya memahami Evolusi SIA. Dalam SIA akuntan juga sangat berperan, maka dari itu dalam makalah ini kami akan membahas Evolusi SIA dan juga peran Akuntan dalam SIA.








EVOLUSI MODEL SISTEM INFORMASI

Sistem informasi adalah serangkaian prosedur formal di mana data dikumpulkan, diproses menjadi informasi dan didistribusikan ke para pengguna. Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan informasi akuntansi. Selama lima puluh tahun terakhir, sistem informasi akuntansi telah diwakili oleh sejumlah pendekatan atau model yang berbeda. Tiap model baru berubah karena adanya kelemahan dan keterbatasan dari model sebelumnya. Fitur yang menarik dalam evolusi ini adalah model-model yang lebih lama tidak dengan segera digantikan oleh teknik yang lebih baru.
Adapun Model-model Evolusi Sistem Informasi:

1. Model proses manual
Model proses manual adalah bentuk sistem akuntansi yang paling tua dan paling tradisional. Sistem manual terdiri dari berbagai kegiatan, sumber daya dan personal fisik yang merupakan ciri banyak proses bisnis. Ini meliputi berbagai pekerjaan seperti pencatatan pesanan, pengadaan bahan baku, produksi barang untuk dijual, pengiriman barang ke pelanggan, serta penempatan pesanan ke pemasok. Sering kali, pencatatan secara manual digunakan untuk menagajarkan prinsip akuntansi ke para mahasiswa jurusan bisnis. Akan tetapi, pendekatan ini hanya alat bantu pelatihan. Akhir-akhir ini, pencatatan manual jarang dipraktikan.
Kelebihan dari proses manual ini adalah :
1) Membantu membangun hubungan penting antara sistem informasi akuntansi dan bidang akuntansi lainnya
2) Logika proses bisnis dapat lebih mudah dimengerti ketika tidak diselubungi oleh teknologi, dan
3) Memfasilitasi pemahaman kegiatan kontrol internal, termasuk pemisahan fungsi-fungsi,pengawasan, verifikasi independen, jejek audit dan kontrol akses.
Sedangkan kelemahannya adalah prosesnya lambat dan membutuhkan dokumen-dokumen yang cukup banyak untuk menyimpan data sehingga tidak efisiensi.

2. Model sistem file datar
Pendekatan flat file sering sekali berkaitan dengan sistem yang disebut sebagai sistem warisan (legacy sistem) yaitu sistem kerangka utama dalam sistem mainframe besar yang diterapkan pada akhir tahun 1950 sampai 1980-an. Model file datar (file flat model) menjelaskan sebuah lingkungan dengan file data yang tidak saling berhubungan dengan file lainnya. Para pengguna akhir dalam lingkungan ini memiliki sendiri file datanya sebagai ganti berbagi dengan para pengguna lainnya. Jadi, pemprosesan data dilakukan oleh aplikasi yang berdiri sendiri dan bukan melalui sistem terintegrasi.
Kelebihannya adalah file-file distrukturisasi, diformat dan diatur sebagai sebuah kebutuhan spesifik dari pemilik atau pemakai data utama. Namun demikian, strukturisasi seperti itu dapat mengesampingkan atribut data yang berguna bagi pemakai lain, sehingga menghambat keberhasilan integrasi data dalam organisasi.

Redundansi data yang ditunjukan dalam contoh ini berkontribusi pada tiga masalah yang signifikan dalam lingkungan file datar:
• Penyimpanan Data
Sistem Informasi yang efisien hanya menangkap data sekali untuk semua pengguna. Dalam lingkungan file datar, hal ini tidak mungkin. Untuk memperbanyaknya, perusahaan harus mengeluarkan biaya banyak.
• Pembaruan Data
Data yang banyak dalam berbagai file perlu pembaruan. Karena pengguna menggunakan dalam file sendiri-sendiri, hal ini menambah pekerjaan dan biaya untuk manajemen data.
• Kekinian informasi
Jika informasi terbaru tidak disebarluaskan secara tepat, mengakibatkan adanya keputusan yang didasarkan pada informasi yang kadaluwarsa.
• Depedensi Pekerjaan-Data
Masalah lainnya ialah ketidakmampuan penggunanya untuk mendapatkan tambahan informasi ketika kebutuhan pengguna tersebut berubah.
• File Flat membatasi Integrasi Data
Berbagai file akan distruktur, diformat, dan diatur agar sesuai dengan kebutuhan khusus pemilik. Akan tetapi, strukturisasi semacam ini dapat tidak memasukan atribut data yang berguna bagi pengguna lainnya, sehingga menghambat keberhasilan integrasi data.

3. Model sistem basis data
Model basis data menggambarkan pemusatkan data perusahaan ke dalam satu basis data bersama yang dibagi bersama dengan semua pengguna. Akses ke sumber daya data dikendalikan melalui system manajemen basis data (database management system-DBMS). DBMS adalah peranti lunak system khusus yang di program untuk mengetahui elemen data mana yang penggunanya memiliki hak untuk mengaksesnya. Program dari pengguna akan mengirim permintaan data ke DBMS, yang akan menvalidasi serta mengotorisasi akses ke basis data berdasarkan tingkat otoritas pengguna. Jika pengguna meminta data yang tidak sesuai dengan hak aksesnya, permintaan itu akan ditolak.
Perbedaan yang paling utama antara model basis data dengan model file datar adalah pengumpulan data ke dalam sebuah basis data bersama yang digunakan oleh semua pengguna di perusahaan. Masalah yang mungkin dapat diatasi:
• Eliminasi redundansi data
Tiap elemen data hanya disimpan sekali, hingga meniadakan redundansi data serta mengurangi biaya pengumpulan dan penyimpanan.
• Pembaruan Tunggal
Karena dalam satu tempat, sehingga mengurangi waktu dan biaya dan basis data tetap baru.


• Nilai Terkini
Satu perubahan pada suatu atribut basis data secara otomatis disediakan bagi semua pengguna atribut tersebut.
File datar dan system basis data awal disebut sebagai system tradisional yang berarti aplikasi system informasi perusahaan berfungsi secara independen dari satu sama lain, bukan terintregasi menjadi satu kesatuan.

4. Model sistem REA
REA adalah kerangka kerja akuntansi untuk pemodelan resources (sumber daya), events (kegiatan), dan agents (pelaku) perusahaan yang sangat penting, dan berhubungan. Dari tempat penyimpanan ini, tampilan pengguna dapat dibentuk untuk memenuhi kebutuhan semua pengguna dalam perusahaan. Ketersediaan beberapa tampilan memungkinkan penggunaan data transaksi secara fleksibel dan memungkinkan pengembangan system informasi akuntansi yang mendorong, dan bukan menghambat, integrasi. Data bisnis tidak harus diformat atau secara artifisial dibatasi dan harus mencerminkan semua aspek yang relevan dengan peristiwa-peristiwa ekonomi yang mendasarinya.
Elemen-elamen REA dirangkum sebagai berikut :
1) Sumber daya ekonomi adalah aktiva dari organisasi.
2) Kegiatan ekonomi merupakan fenomena yang mempengaruhi perubahan sumber daya.
3) Pelaku ekonomi adalah para individu dan departemen-departemen yang berpartisipasi dalam peristiwa ekonomi.
Dalam system akuntansi REA, system akan menangkap transaksi ini dalam rangkaian table data relasional yang menekankan pada kegiatan bukan akun. REA merupakan model konseptual, bukan system fisik. Akan tetapi, banyak dari prinsipnya dapat ditemukan dalam system basis data lain yang lebih canggih.





5. Model sistem ERP
ERP adalah model system informasi yang memungkinkan perusahaan mengotomatiskan dan mengintegrasikan berbagai proses bisnis utamanya. ERP merupakan bagian dari infrastruktur perusahaan, dan sangat penting untuk kelangsungan hidup perusahaan dan mengintegrasikan berbagai proses bisnis utamanya selain itu berbagai hambatan fungsional tradisional dapat diatasi karena system ini menfasilitasi adanya data bersama di antara semua pengguna di perusahaan. Enterprise Resources Planning memecahkan dua hambatan fungsional tradisional yaitu dengan memfasilitasi pemakaian data bersama, arus informasi dan dengan memperkenalkan praktik-praktik yang umum diantara semua pemakai organisasi. Oleh karena kompleksitas dan ukurannya, hanya sedikit organisasi yang ingin ataupun mampu untuk berkomitmen pada sumber daya keuangan dan fisik yang diperlukan dan pada resiko dalam mengembangkan sistem in house.
Sebagian modul-modul ERP yang sudah dikenal umum adalah manajemen aktiva, akuntansi keuangan, solusi industri spesifik, pemeliharaan pabrik, perencanaan produksi, manajemen kualitas, penjualan dan distibusi, dan manajemen persediaan. Salah satu masalah dengan masalah dengan mosul-modul yang terstandarisasi adalah bahwa mereka mungkin tidak selalu memenuhi kebutuhan organisasi secara tepat.
Perusahaan yang berharap dapat mengimplementasikan ERP dengan baik harus memodifikasi proses bisnisnya agar sesuai dengan ERP. Paket peranti lunak ERP sangatlah mahal, tetapi penghematan dari segi efisiensi akan sangat segnifikan.

It’s from slide presentation (looking under ceki dot)….!
Model ERP ialah :
model yang memungkinkan perusahaan mengotomatiskan dan mengintegrasikan
berbagai proses bisnis utamanya
Enterprise Resources Planning memecahkan dua hambatan fungsional tradisional yaitu dengan memfasilitasi pemakaian data bersama, arus informasi dan dengan memperkenalkan praktik-praktik yang umum diantara semua pemakai organisasi.
Model ERP (entrepreis resource planning) :
Modul-modul ERP yang sudah dikenal umum adalah :
• manajemen aktiva,
• akuntansi keuangan,
• solusi industri spesifik,
• pemeliharaan pabrik,
• perencanaan produksi,
• manajemen kualitas,
• penjualan dan distibusi,
• manajemen persediaan

Salah satu masalah dengan masalah dengan modul-modul yang terstandarisasi adalah mereka mungkin tidak selalu memenuhi kebutuhan organisasi secara tepat
Paket peranti lunak ERP sangatlah mahal, tetapi efisiensi akan sangat segnifikan.






PERAN AKUNTAN DALAM SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

Sebagaimana yang telah kita ketahui pada penjelasan diatas, Bahwa sistem informasi akuntansi itu sangat berperan sekali dalam pembuatan informasi agar keputusan yang diambil oleh manajer dapat dipertanggungjawabkan dengan semestinya.
Sebagai user atau pemakai sistem, akuntan harus bisa memastikan bahwa sistem baru berisi ciri-ciri (features) yang dibutuhkan dalam menjalankan pekerjaan/tugas/fungsinya dalam organisasi. Dengan kata lain, para akuntan harus memberikan gambaran yang jelas tentang kebutuhan mereka kepada para profesional/spesialis sistem yang merancang sistem mereka. Karena itu, akuntan sebagai pemakai sistem harus mengetahui bagaimana sistem dikembangkan, teknik-teknik yang digunakan dalam pengembangan sistem, dan teknologi yang akan digunakan dalam sistem yang baru.

Salah satu faktor keberhasilan/kesuksesan dalam perancangan suatu sistem informasi adalah dengan melibatkan pemakai sistem tersebut. Akuntan sebagai pemakai sistem informasi akuntansi harus dilibatkan dalam perancangan sistem karena akuntan mempunyai pengetahuan mengenai prinsip-prinsip akuntansi, prinsip-prinsip pengauditan, teknik-teknik sistem informasi, dan metode pengembangan sistem. Perancangan sistem merupakan upaya kolaborasi antara akuntan dengan profesional/spesialis sistem. Akuntan bertanggung jawab untuk sistem konseptualnya sedangkan profesional/spesialis sistem bertanggung jawab untuk sistem fisiknya. Sebagai contoh: manajer departemen kredit akan membutuhkan informasi mengenai kredit para pelanggan untuk mendukung keputusan yang akan dibuatnya. Akuntan menentukan hakikat informasi yang diperlukan, sumber-sumbernya, tujuannya, dan peraturan akuntansi yang perlu diterapkan. Profesional/spesialis sistem menentukan teknologi yang paling ekonomis dan efektif untuk mendapatkan, memproses dan menghasilkan informasi tersebut.




Ada pun peran akuntan dalam sistem informasi akuntansi adalah sebagai berikut :

a. Akuntan sebagai pengguna
Dalam kebanyakan organisasi, fungsi akuntansi merupakan pemakai tunggal yang paling besar dari jasa komputer. Sebagai pemakai ahir, peran akuntan harus memberikan gambaran yang jelas mengenai kebutuhan mereka kepada para profesional yang mendesai sistem mereka, agar antara designer dan user dapat mengimplementasikan apa yang seharusnya menjadi program dan untuk mencapai tujuan.

b. Akuntan sebagai desainer sistem
Apresiasi terhadap tanggung jawab akuntan untuk suatu desain sistem memerlukan persepektif historis yang mendahului komputer sebagai alat informasi bisnis, secara tradisional, para akuntan bertanggung jawab untuk aspek-aspek kunci dari sistem informasi. Pada masa sekarang, tanggung jawab desain sistem dibagi antara akuntan dan profesional komputer sebagai berikut : fungsi akuntansi bertanggung jawab untuk sistem konsptual dan fungsi komputer bertanggung jawab untuk sistem fisiknya aja.dengan adanya framework yang dirancang sekaligus di desain oleh para ahli yaitu bagian akuntan maka akan memberikan informasi yang lebih tersetruktur mengenai mekanisme kerja perusahaan yang sedang di jalankan.

c. Akuntan sebagai auditor sistem
Auditing adalah salah satu bentuk pengujian independent yang dilakukan oleh seorang ahli auditor yang menujukkan pendapatannya tentang kejujuran (Fairness) sebuah laporan keuangan. Keyakinan publik pada realibilitas pada laporan keuangan yang hasilkan secara internal terletak pada validasi yang dilakukan oleh seorang auditor ahli dan independent. Jasa ini sering disebut dengan pembuktian (attest function). Oleh karena itu dengan adanya akuntan sebagai auditor sistem akan memberikan validation information kepada pihak-pihak yang akan membutuhkan.

Auditing exsternal
Secara historis, tanggung jawab akuntan eksternal sebagai seorang auditor sistem terbatas pada fungsi pembuktian yang disebut sebelumnya. Asssurance service adalah jasa profesional termasuk fungsi pembuktian yang didesain untuk menigkatkan kualitas informasi, baik keuangan maupun non keuangan, yang digunakan oleh para pengambil keputusan.
Auditing IT biasanya dilakukan sebagai bagian dari audit keuangan. Auditor TI membuktikan integritas element-element dalam sistem informasi organisasi yang semakin kompleks dengan adanya tekhnologi komputer.

Auditing Internal
Auditing internal merupakan fungsi penilaian dalam organisasi. Auditor internal melakukan serangkaian kegiatan atas nama organisasi, termasuk diantaranya melakukan audit keuangan, mengkaji kesesuaian kegiatan operasi dengan kebijakan organisasi, mempelajari kesesuaian organisasi dengan kewajiban umum, mengevaluasi efisiensi oprasional, mendeteksi dan mengejar kecurangan dalam perusahaan, dan melakukan audit TI.















DAFTAR PUSTAKA

Hall, James A. Accounting Information Systems, 3rd, 2001, South Western Publishing, USA.
Romney, Marshal B., Paul John Steinbart. Accounting Information Systems, 9th edition, New Jersey. Pearson_Prentice Hall.

Minggu, 30 Januari 2011

Letter of Credit (LC)

Produk Impor & Trust Receipt (TR)
Produk Impor
Letter Of Credit Issuance

Letter of Credit (LC) adalah instrument yang diterbitkan oleh Bank Mandiri (Issuing Bank), atas permintaan Applicant yang berisi janji bank untuk membayar sejumlah uang kepada Beneficiary apabila bank menerima dokumen yang sesuai dengan syarat LC.

Penerbitan LC melalui Bank Mandiri dapat dilakukan dengan menggunakan fasilitas yang kami sediakan. Sekarang ada cara yang lebih cepat dalam menerbitkan LC yaitu dengan menggunakan dana Anda, baik berupa dana tunai,/blokir rekening/blokir deposito, sebagai Setoran Jaminan. Sebagai bank terbesar di Indonesia, LC yang kami terbitkan akan diterima oleh counter party maupun bank counter party Anda.

Setelah pengisian Aplikasi Penerbitan LC, kami akan menerbitkan LC yang merupakan janji kami sebagai bank yang berstandar internasional kepada Beneficiary Anda. Sejak saat itu, kami akan menangani semua hal mengenai LC Anda mulai dari pemeriksaan dokumen sesuai peraturan internasional dan kelaziman perbankan, hingga proses settlement. Dengan demikian, kepentingan semua pihak terlindungi.
Manfaat

* Memeriksa bahwa persyaratan dokumen yang tercantum dalam LC terpenuhi
* Melindungi proses settlement transaksi internasional Anda
* Meningkatkan bonafiditas Anda karena LC yang Anda pergunakan diterbitkan oleh Bank bertaraf internasional.

SIGHT LC

Adalah LC yang mensyaratlan pembayaran wesel pada saat ditunjukkan (atas unjuk).
USANCE LC

Adalah LC yang mensyaratkan pembayaran wesel pada masa yang akan datang (berjangka).
UPAS LC

Adalah LC yang mensyaratkan pembayaran berjangka (Usance) untuk Buyer, namun Seller dapat menerima pembayaran wesel secara atas unjuk (sight). Kami dapat memfasilitasi pendanaan untuk LC Upas baik melalui bank koresponden maupun Kantor Luar Negeri kami.
INWARD DOCUMENTARY COLLECTION

Inward Documentary Collection merupakan cara yang murah namun aman dalam melakukan perdagangan internasional. Inward Documentary Collection adalah kegiatan impor tanpa menggunakan LC yang dilakukan melalui bank (Collecting Bank) karena adanya permintaan dari bank koresponden (Remiting Bank) untuk menyampaikan dokumen kepada importer dengan cara pembayaran tertentu. Documentary Collection against Payment (D/P) dan against Acceptance (D/A) merupakan cara pembayaran yang cost effective yang dapat Anda tawarkan pada Supplier Anda. Sebelum Anda memutuskan apakah membayar (D/P) atau mengaksep (D/A), Anda dapat datang ke Trade Servicing Centers kami untuk berkonsultasi.

Dengan lebih dari 1000 Correspondent Bank di seluruh dunia, Supplier Anda akan dengan mudah mengirimkan dokumen ekspornya melalui bank koresponden kami sehingga dokumen dapat Anda terima lebih cepat dan menimalisir kerusakan barang di pelabuhan. Proses Collection dimulai saat Supplier Anda telah mengirimkan barangnya, mempersiapkan dokumen yang diperlukan dan mempresentasikan dokumen tersebut kepada banknya. Bank Supplier Anda (remitting bank), akan mengirimkan dokumen-dokumen tersebut kepada kami (collecting/presenting bank) untuk pembayaran atau akseptasi.
Manfaat

* Meminimalisir resiko pembayaran dari sisi Supplier dengan biaya yang murah dari sisi Anda
* Memungkinkan Anda untuk memperoleh barang yang Anda impor sebelum melakukan pembayaran (D/A)

Merupakan alternative pembayaran dari DC
Trust Receipt (TR)

TR adalah fasilitas penundaan pembayaran dari Bank terhadap kewajiban pembayaran Anda berdasarkan DC dengan cara penyerahan TR Letter. Fasilitas ini memungkinkan Anda melakukan penundaan pembayaran kepada Suplier tanpa menurunkan kredibilitas Anda. Fasilitas ini, merupakan bagian dari fasilitas DC Issuance yang kami berikan kepada Anda. Dengan fasilitas ini, Anda dapat melakukan penundaan pembayaran kewajiban Anda kepada Bank, namun tetap dapat mengambil barang yang sudah Anda pesan dengan DC yang dibuka. Anda cukup menyerahkan TR Letter yang pada intinya berisi pernyataan menerima barang dan janji membayar kepada Bank.
Manfaat

* Merupakan fasilitas talangan dengan bunga yang bersaing di saat Anda mengalami mismatch pada Cash Flow Anda.
* Meningkatkan kredibilitas Anda di mata Supplier.

Exsport and import

TRANSFER
Transfer adalah suatu kegiatan jasa bank untuk memindahkan sejumlah dana tertentu sesuai dengan perintah si pemberi amanat yang ditujukan untuk keuntungan seseorang yang ditujukan sebagai penerima transfer.baik transfer uang keluar atau mesuk akan mengakibatkan adanya hubungan antara cabang yang bersifat timbale balik, artinya apabila satu cabang mendebet cabang lain mengkredit.
1. Transfer keluar
Salah satu jenis pengiriman uang yang dapat menyederhanakan lalu lintas pembayaran adalah dengan pengiriman uang keluar. Media untuk melakukan transfer ini adalah secara tertulis ataupun melalui kawat.
Pembatalan transfer keluar :
Bila terjadi pembatalan transfer, haruslah diperhatikan bahwa pembatalan tersebut hanya dapat dilakukan bila transfer keluar belum dibayarkan kepada si penerima uang dan untuk itu bank pemberi amanat harus memberi perintah berupa “ stop payment “ kepada cabang pembayaran. Pembayaran pembatalan ini baru dapat dilakukan oleh bank pemberi amanat kepada nasabah pemberi amanat hanya apabila telah diterima berita konfirmasi dari bank pembayar bahwa memang transfer dimaksud belum dibayar.
2. Transfer masuk
Transfer masuk dimana bank menerima amanat dari salah satu cabang untuk membayar sejumlah uang kepada seseorang beneficiary. Dalam hal ini bank pembayaran akan membukukan hasil transfer kepada rekening nasabah beneficiary bila ia memiliki rekening di bank pembayar. Transfer masuk tidak dikenakan komisi karena si nasabah pemberi amanat telah dibebankan sejumlah komisi pada saat memberikan amanat transfer.
Pembatalan transfer masuk :
Jika terjadi pembatalan, maka pertama-tama yang harus dilakukan adalah memeriksa apakah hasil transfer telah dibayarkan kepada beneficiary. Bila ternyata belum, akan di blokir dan dibatalkan untuk kemudian dikembalikan kepada cabang pemberi amanat melalui pemindahbukuan.
LETTER of CREDIT
Surat kredit berdokumen janji tertulis yang diterbitkan oleh issuing bank atas dasar permohonan tertulis applicant atau dirinya sendiri kepada beneficiary untuk membayar atau mengaksep daraft, mengiinkan bank lain untuk membayar atau mengapsep atau mengambil alih draft, apabila dokumen yang diserahkan oleh beneficiary sesuai dengan syarat dan kondisi janji tertulis yang diterbitkan oleh issuing bank (letter of kredit).
Kredit of letter merupakan salah satu jasa yang ditawarkan bank dalam rangka pembelian barang, berupa penangguhan pembayaran pembalian oleh pembeli sejak LC dibuka sampai dengan jangka waktu tertentu sesuai perjanjian. Berdasarkan pengertian tersebut, tipe perjanjian yang dapat difasilitasi LC terbatas hanya pada perjanjian jual – beli, sedangkan fasilitas yang diberikan adalah berupa penagguhan pembayaran.
Jenis dan manfaat Letter of Credit
Isi dalam perjanjian LC mencangkup banyak hal seperti jangka waktu, pembatalan, cara pembayaran dan lain-lain. Berdasarkan isi perjanjian tersebut , LC dapat dibedakan menjadi beberapa jenis :
1. Ruang lingkup transaksi.
2. Saat penyelesaian.
3. Pembatalan.
4. Pengalihan hak.
5. Pihak advising bank.
6. Cara pembayaran kepada Beneficiary.
Manfaat yang dapat diharapkan oleh bank dengan memberikan fasilitas letter of credit kepada nasabahnya anatara lain :
 Pemberian biaya administarasi berupa provisi/komisi yang merupakan feebased income bagi bank.
 Pengendapan dana setoran yang merupakan dana murah bagi bank.
 Pemberian pelayanan kepada nasabahnya sehingga nasabah menjadi lebih loyal kepada bank.
Prosses dan langkah-langkah L/C :
1. Negosiasi jual beli.
2. Pembeli mengajukan LC .
3. Bank memeriksa pengajuan LC nasabah.
4. Apabila bank setuju, nasabah wajib setor jaminan.
5. LC ditujukan kepada bank penerus.
6. Advising Bank meneruskan LC ke produsen.
7. Produsen mengirim barang.
8. Proses penyerahan dokumen pengiriman barang kepada advising bank.
9. Advising bank tidak langsung memberikan pembayaran, sebagai bank penerus selanjutnya meneruskan penagihan kepada issuing bank.
10. Issuing bank meneliti keabsahan dokumen dan kesesuaiannya dengan perjanjian.
11. Setelah dinyatakan sah maka issuing bank melakukan pembayaran melalui advising bank.
12. Advising bank meneruskan pembayaran kepada produsen.
13. Issuing bank menagih kewajiban pembayaran pembelian barang kepada buyers.
14. Buyers membayar tagihan kepada issuing bank.
Sumber :
wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/03/transfer-dan-lc/
sulastri.staff.gunadarma.ac.id/.../TUGAS+BANK+dan+LEMBAGA+KEUANGAN1
http://id.wikipedia.org/wiki/Letter_of_credit
Diposkan oleh Malaikat Cinta di 07.20
Label: KLKP

Minggu, 02 Januari 2011

Menjamurnya Modern markets, menumbangka tradisonal markets







Dampak berkesinambungan dari keberadaan pasar modern terhadap pasar tradisional
PKM – GT
109200
109200
109200030 Mohamad Anis

INSTITUT MANAJEMEN TELKOM
BANDUNG – JAWA BARAT
2010 – 2011


Lembar Pengesahan

1. Judul Kegiatan :

2. Bidang Kegiatan :
( ) PKM-P ( ) PKM-K
( ) PKM-T ( ) PKM-M

3. Bidang Ilmu :
( ) Kesehatan ( ) Pertanian ( ) MIPA ( ) Teknologi
( ) Sosial Ekonomi ( ) Humaniora ( ) Pendidikan

4. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap :
b. NIM :
c. Jurusan :
d. Universitas/Institut/Politeknik :
e. Alamat Rumah dan No Tel./HP :
f. Alamat email :

5. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis : orang
6. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar :
b. NIP :
c. Alamat Rumah dan No Tel./HP :

7. Biaya Kegiatan Total :

a. Dikti : Rp.
b. Sumber lain (sebutkan . . . ) : Rp.



8. Jangka Waktu Pelaksanaan : bulan


21 Desember 2010

Menyetujui
Ketua Jurusan/Program Studi/Departemen/ Ketua Pelaksana Kegiatan
Pembimbing Unit Kegiatan mahasiswa



( ….. ...) (…. ….)
NIP : NIP :

Pembantu atau Wakil Rektor Bidang Dosen Pendamping
Kemahasiswaan/Direktur Politeknik/
Ketua Sekolah Tinggi



( ….. ...) (…. ….)
NIP : NIP :



Dampak berkesinambungan dari keberadaan pasar modern terhadap pasar tradisional
Latar belakang masalah

Pasar tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual pembeli secara langsung dan biasanya ada proses tawar-menawar, bangunan biasanya terdiri dari kios-kios atau gerai, los dan dasaran terbuka yang dibuka oleh penjual maupun suatu pengelola pasar. Kebanyakan menjual kebutuhan sehari-hari seperti bahan-bahan makanan berupa ikan, buah, sayur-sayuran, telur, daging, kain, pakaian barang elektronik, jasa dan lain-lain. Selain itu, ada pula yang menjual kue-kue dan barang-barang lainnya. Pasar seperti ini masih banyak ditemukan di Indonesia, dan umumnya terletak dekat kawasan perumahan agar memudahkan pembeli untuk mencapai pasar.
http://id.wikipedia.org/wiki/Pasar#Pasar_tradisional


• Kondisi kekinian pencetus gagasan

Sistem hidup ‘ironi’ memang hanya melahirkan kenyataan ironi. Globalisasi yang menekankan pada privatisasi, anti intervensi negara dalam ekonomi, dan kepercayaan absolut pada mekanisme pasar ini, telah menimbulkan problem kehidupan yang tidak sederhana. Mulai level internasional sampai lokal, telah terjadi ketidakadilan global yang sangat menakutkan. Dua dampak utama dari diterapkannya sistem ekonomi kapitalis sebagai gerbong utama yang dibawa lokomotif globalisasi adalah dikuasainya sektor kepemilikan publik oleh swasta dan munculnya kesenjangan ekonomi. Di level lokal, dampak global ini dirasakan pada sektor ‘pasar’. Pertarungan hebat antara pasar tradisional (traditional market) dengan pasar modern (modern market) adalah wujud nyata dari statemen di atas. Pasar yang merupakan fasilitas publik mulai dilalaikan oleh pemerintah karena terbuai dengan modal besar yang dibawa oleh ‘bos-bos pasar’ modern. Akhirnya, itervensi pemerintah kota (Pemkot) dalam pengelolaan pasar, seperti revitalisasi pasar menjadi tak kunjung terealisasi. Akibatnya, terjadi sebuah kesenjangan ekonomi yang berdampak luas bagi kehidupan masyarakat. Lagi-lagi terjadilah kebijakan ironi yang dipertontonkan, yaitu ketika program penertiban pasar berakhir pada kematian pelaku usaha pada pasar rakyat sebuah istilah yang dirasa lebih tepat untuk menyebut pasar tradisional. (Syabab.Com 2009)

Adanya pasar modern (modern market) yang berkesinambungan akan berdampak langsung pada kesenjangan ekonomi masyarakat, yaitu Pedagang tradisional yang terkena imbas dari keberadaan supermarket atau hipermarket adalah pedagang yang menjual produk yang sama dengan yang dijual di kedua tempat tersebut. Meskipun demikian, pedagang yang menjual makanan segar (daging, ayam, ikan, sayur-sayuran, buah-buahan, dan lainlain) masih bisa bersaing dengan supermarket dan hypermarket mengingat banyak pembeli masih memilih untuk pergi ke pasar tradisional untuk membeli produk tersebut. Keunggulan pasar modern atas pasar tradisional adalah bahwa mereka dapat menjual produk yang relatif sama dengan harga yang lebih murah, ditambah dengan kenyamanan berbelanja dan beragam pilihan cara pembayaran. Supermarket dan hipermarket juga menjalin kerja sama dengan pemasok besar dan biasanya untuk jangka waktu yang cukup lama. Hal ini yang menyebabkan mereka dapat melakukan efisiensi dengan memanfaatkan skala ekonomi yang besar. (Lembaga penelitian smeru, 2007)
Pemicu tersebut dikarenakan pasar tradisional kurang bersaing dengan pasar modern, Pasar tradisional kalah saingan karena : kuatlitas tidak setinggi pasar moder, tempat becek, bau, (kondisinya kurang nyaman). Sehingga pedagang kecil, petani dan lain-lain kehilangan mata pencahariannya. Permasalahan lainnya terkait pengelolaan pasar tradisional antara lain :
1. permasalahan dan citra negatif pasar tradisional umumnya terjadi akibat kurang , pengelola pasar yang tidak profesional, dan tidak tegas dalam menerapkan kebijakan atau aturan terkait pengelolaan operasional pasar;
2. pasar tradisional umumnya memiliki desain yang kurang baik, termasuk minimnya fasilitas penunjang, banyaknya pungutan liar dan berkeliarannya "preman-preman" pasar serta sistem operasional dan prosedur pengelolaannya kurang jelas (Kompas, 16 Februari 2009);
3. masalah internal pasar seperti buruknya manajemen pasar, sarana dan prasarana pasar yang sangat minim, pasar tradisional sebagai sapi perah untuk penerimaan retribusi, menjamurnya Pedagang Kaki Lima (PKL) yang mengurangi pelanggan pedagang pasar, dan minimnya bantuan permodalan yang tersedia bagi pedagang tradisional
pasar modern yang terus manjamur akan memperparah kondisi ekonomi rakyat menengah kebawah, merebaknya pasar modern dilingkungan masyarakat dikarena pasar modern mempunyai mekanisme kerja yang lebih professional dari pada pasar tradisional.
Pasar Modern adalah tempat penjualan barang-barang kebutuhan rumah tangga (termasuk kebutuhan sehari-hari), dimana penjualan dilakukan secara eceran dan dengan cara swalayan (konsumen mengambil sendiri barang dari rak dagangan dan membayar ke kasir).Itulah sebabnya, pasar dengan format seperti ini disebut juga Pasar Swalayan.
Dalam 5 tahun terakhir, Pasar Modern merupakan penggerak utama perkembangan ritel moden di Indonesia. Pada 2004 – 2008, omset Pasar Modern bertumbuh 19,8%, tertinggi dibanding format ritel modern yang lain. Omset Department Store, Specialty Store dan format ritel modern lainnya masing-masing meningkat hanya 5,2%, 8,1%, dan 10,0% per tahun (grafik)
Peningkatan omset yang cukup tinggi tersebut membuat Pasar Modern semakin menguasai pangsa omset Ritel Modern. Pada 2004, market share omset Pasar Modern adalah 70,5% dari total omset Ritel Modern di Indonesia. Pada tahun 2008 telah meningkat menjadi 78,7%. Selain itu, jika dibandingkan terhadap total omset industri ritel di Indonesia (ritel modern dan ritel tradisional), pangsa omset Pasar Modern juga mengalami peningkatan dari 18,3% pada 2004, menjadi 24,4% pada 2008
Perkembangan Market Share Ritel Modern, 2004-2008
Deskripsi 2004 2005 2006 2007 2008
Omset Pasar Modern (Rp T) 27,0 31,9 38,9 44,8 55,4
Total Omset Bisnis Ritel Modern (Rp T) 38,2 45,2 53,2 59,4 70,5
% Omset Pasar Modern terhadap Ritel Modern 70,5% 70,5% 73,1% 75,5% 78,7%
Total Omset Ritel Nasional 146,9 161,4 183,4 198,0 227,4
% Omset Pasar Modern terhadap total bisnis ritel 18,3% 19,7% 21,2% 22,6% 24,4%
Sumber: AC Nielsen, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia
Pasar Modern umumnya memiliki posisi tawar yang relatif kuat terhadap pemasok-pemasoknya. Ini karena peritel modern, umumnya adalah perusahaan dengan skala yang cukup besar dan saluran distribusi yang luas, sehingga pembelian barang ke pemasok dapat dilakukan dalam jumlah yang besar. Posisi tawar yang kuat memberi banyak keuntungan bagi peritel modern. Selain bisa mendapatkan kemudahan dalam hal jangka waktu pelunasan barang, diskon harga juga akan semakin mudah diperoleh dengan posisi tawar yang kuat tersebut. Keuntungan-keuntungan dari posisi tawar inilah yang membuat pasar modern mampu menerapkan harga murah dan bersaing dengan pasar tradisional, namun tetap mampu mempertahankan kenyamanan gerai-gerainya.

• Solusi yang pernah ditawarkan atau diterapkan sebelumnya untuk memperbaiki
keadaan pencetus gagasan.
Masalah infrastruktur yang hingga kini masih menjadi masalah serius di pasar tradisional adalah bangunan dua lantai yang kurang populer di kalangan pembeli, kebersihan dan tempat pembuangan sampah yang kurang terpelihara, kurangnya lahan parkir, dan buruknya sirkulasi udara. Belum lagi ditambah semakin menjamurnya PKL yang otomatis merugikan pedagang yang berjualan di dalam lingkungan pasar yang harus membayar penuh sewa dan retribusi.1PKL menjual barang dagangan yang hampir sama dengan seluruh produk yang dijual di dalam pasar. Hanya daging segar saja yang tidak dijual oleh PKL. Dengan demikian, kebanyakan pembeli
tidak perlu masuk ke dalam pasar untuk berbelanja karena mereka bisa membeli dari PKL di luar pasar.Kondisi pasar tradisional pada umumnya memprihatinkan. Banyak pasar tradisional di Jabodetabek yang tidak terawat sehingga dengan berbagai kelebihan yang ditawarkan oleh pasar modern Selama ini kondisi pasar tradisional yang tidak didukung oleh pemerintah telah membuat banyak pihak kehilangan mata pencaharian pedagan pada pasar tradisional.




Persentase Minimarket, Supermarket, dan Pasar Tradisional terhadap
Total Keseluruhan Pasar

kini pasar tradisional terancam oleh keberadaan pasar modern. Di Jakarta saja berdasarkan catatan PD Pasar Jaya, dari total 151 pasar, hanya 27 pasar yang aspek fisik bangunannya masih baik. Sisanya, 111 pasar dalam kondisi fisik bangunan rusak sedang atau berat dan hanya 13 pasar mengalami rusak ringan. Kepala APPSI (Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia) cabang Jakarta, Hasan Basri, mengatakan bahwa 151 pasar tradisional di Jakarta terancam oleh
keberadaan supermarket, sembilan di antaranya sudah tutup. Faktor lain yang juga menjadi penyebab kurang berkembangnya pasar tradisional adalah minimnya daya dukung karakteristik pedagang tradisional, yakni strategi perencanaan yang kurang baik, terbatasnya akses permodalan yang disebabkan jaminan (collateral) yang tidak mencukupi, tidak adanya skala ekonomi (economies of scale), tidak ada jalinan kerja sama dengan pemasok besar, buruknya manajemen pengadaan, dan ketidakmampuan untuk menyesuaikan dengan keinginan konsumen (Wiboonpongse dan Sriboonchitta 2006).

Pemerintah seharusnya serius dalam menata dan menjaga eksistensi pasar modern, pemerintah menyadari bahwa keberadaan pasar tradisional sebagai pusat kegiatan perekonomian masih dibutuhkan oleh masyarakat luas. Perhatian pemerintah tersebut dibuktikan dengan melakukan revitalisasi pasar diberbagai tempat. Target yang dipasang sangat sederhana dan menyentuh hal yang sangat mendasar. Selama ini pasar tradisional selalu identik dengan tempat belanja yang kumuh, becek, bau,dan karenanya hanya didatangi oleh berbagai kelompok masyarakat kelas bawah. Gambaran pasar seperti diatas harus diubah menjadi tempat yang bersih dan nyaman bagi pengunjung. Dengan demikian masyarakat dari semua kalangan akan tertarik untuk datang dan bertransaksi di pasar tradisional. Pemerintah mempunyai hak untuk mengatur keberadaan pasar tradisional dan pasar modern. Tetapi aturan yang dibuat oleh pemerintah itu tidak boleh diskriminatif seharusnya justru tidak membuat dunia usaha mandek. Pedagang kecil, pedagang menengah, pedagang besar, bahkan perantara ataupun pedagan toko harus mempunyai kesempatan yang sama dalam berusaha. (Harian kompas,2007)
Tapi pada Saat ini pemerintah tidak berpihak kepada perbaikan nasib para pedagang di pasar tradional tersebut, tetapi lebih berpihak kepada para pemilik modal besar untuk membuat supermarket-supermarket, mall-mall yang malah mematikan potensi pasar tradisional itu sendiri. Pemerintah seharusnya dapat mengatur penataan pasar tradisional dibeberapa wilayah indonesia terdapat sistematika pengaturan pasar tradisional yang baik yaitu kota solo, pemkot Solo mengelola pasar Klewer yang tertata dengan rapih. Apalagi kalau dibandingkan dengan pasar tradisional di Singapura, Malaysia yang bersih dan tertata rapih.
Pemerintah kota jambi ahir-ahir ini telah melakukan studi banding ke pasar tradisional singapura, pemkot jambi akan meniru pasar tradisional singapura yang akan diterapkan Pada Pasar Angso Duo. Pasar Angso Duo adalah pasar tradisional terbesar di Jambi serta sebagai warisan kebudayaan. rencana pembangunan Pasar Angso Duo nantinya akan dibangun ruko-ruko dengan lantai dasar dari keramik, yang nantinya akan dibagi menjadi empat konsep dengan pembagian jenis pedagang. Setiap blok akan dibagi menjadi empat dengan menggunakan “hanger” dan pedagang akan berjualan di sepanjang sisi “hanger” tersebut. (http://jambitourism.co.id/pemko-jambi-bangun-pasar-angso-duo-mencontoh-singapura/)
Dengan adanya campur tangan pemerintah untuk menggalakkan pasar tradisional dan menyaingin pasar modern harus ada action yaitu membuat perencanaan agar pasar tradisional yang dikelola oleh pemerintah kota (pemkot) dapat menyaingin pasar tradisional,
Tidak hanya itu saja tentunya, agar dapat menyaingi pasar tradisional harus mampu membuat spesifikasi pasar. Spesifikasi pasar akan memberikan warna berbeda, spesifikasi pasar akan banyak memperoleh keuntungan baik dari sisi konsumen maupun produsen. Salah satunya dengan adanya spesifikasi pasar akan lebih lengkap. Semua barang-barang yang dicari oleh para konsumen dapat diperkirakan ada, satu jenis barang dengan macam-macam bentuk, kualitas, dan kuantititas.
= lanjutan di PIMNAS 2, 3, 4,5)

Sisi social budaya
Undang2 harus berpihak kepada pasar tradisional
Kesadaran akan kebersihan

http://asaad36.blogspot.com/2010/11/kebijakan-publik-oleh-pemerintah.html
http://sinatrya-blogboys.blogspot.com/2010/04/pasar-tradisional-vs-modern.html

Selasa, 30 November 2010

behind the scene of mabir

Assalamualaikum wr.wb
Ketua Pelaksana (Ketuplak),,,, tentunya mempunyai tugas mengatur segala persiapan acara, apa aja yang perlu dipersiapkan ya dipersiapkan,,,, ketuplak tidak bisa ngelakuin itu sendiri dunkz, banyak temen2 yang udh bantuin, ada danies , ragil ,ari, alin, andri, azmi,dan yang terahir ada avian.,.tu kan banyak yang bantuin ketuplak hehehe
Tugas pertama ketuplak itu membuat struktur organisasi kepanitian, ketua umumnya tuh ada kang inggin ginanjar akuntansi 2008, ketuplaknya tuh aq sndiri, sekre atik, bendahara ade, lalu dibawahnya disusul oleh divisi2 terkait ada divisi Acara koordinatornya Danies, divisi danus koordinatornya ragil, divisi pubdok koordinatornya ari, divisi logistic koordinatornya andri, divisi transportasi coordinator azmi, dan nieh yang trahir divisi dekorasi coordinator fian…-@ mudahkan maen tunjuk aja tu tugas ketuplak,.,.,.,..,-- @;@hehe
Setelah kepanitian terbentuk lalu di adain rapat perdana yg mana rapat perdana ini harus dihadiri oleh seluruh panitia yang sifatnya wajib kudu harus datang (eemm bisa dibilang fardu’ain kali yah), tapi dikarenakan kampus yg jaraknya cukup berjauhan,ditambah lagi waktu itu libur semester yg mana smua panitia pada pulang kampung, so rapat perdananya hanya dihadiri oleh segelintir orang saja dan alhamdhulilahnya rapatnya bisa berjalan scara efektif dan efisien ..@
Rapat kami adain setiap minggu sekali sampai hari Hnya, knp setiap minggu ? supaya qt bisa melihat perkmbangan dari stiap divisi tiap minggu..,- getoeh,.,--
Wahhh kren abiezz deh, pd stiap kali qt rapat adaaaaaaaaa aj msalah yg dbicarain,.,- kumplitt deh..T>T,.-@
• Masalah yg paling konyol tu ya, masak peserta dari kampus gerlong baik ihwan maupun ahwat mau dibawa pkek truknya TNI (emank beras ap dibawa pkek truk, uppzZZ), kan kasian, slah satu panitia berkomentar kyak gtu,,,--
tp mau gmn lg dana kita udh tidak cukup kata pnitia yg satunya lg brkomntar,.,--@@ untung gak disuruh jlan,.,.hehe (uwahh tega yah)

hadddowww.,.,-- pusing ((@;@))))” nah dsitu tgas ktuplak bwt mngambil kputusan (making decision)..—
Ucapan terimakasi dari ketuplak mabir kepada :
1. Presiden gamus kang adi susanto, yang selalu memberi motivasi kepada panitia agar selalu ttp istiqomah dijalan allah swt.
2. Sekjen dari kampus gerlong dan dakol kang afdil dan kang tofik serta jajaranya.
3. Kang inggin ginanjar sabagai ketua umum mabir yg selalu memberika arahan kpd panitia mengenai mekanisme acara.
4. Atik ayu wardani sebagai sekretaris dan sebagai divisi serabutan hehehe kreeennnnn pulllL, thank y tik, atas pemikirannya yang kreatiff,,..@
5. Ade sebagai bendahara makasi ya de..,.@
6. Danies sebagi coordinator divisi acara
7. Alin sebagi coordinator divisi konsumsi
8. Ragil sebagi coordinator divisi Danus
9. Ari sebagi coordinator divisi pubdok
10. Fian sebagi coordinator divisi dekorasi
11. Azmi sebagi coordinator divisi transportasi
12. Terimakasi pada semua panitia yg gak bisa disebutin satu persatu,.,.,--@@ (thanks all)

Wassalam.,.— wamagi62@yahoo.co.id

Atik editin, kalo kurang manis tambahin gula, klo kurang pedes tambahin cabe pokoknya bikin enak deh tik,.,.,---keiyyyy.,.---hehe


Mohamad anis


Bandung, 25 november 2010